3 Jenis Fobia Terbang Ini Buat Kamu Susah Liburan

Saat ini, terbang dengan pesawat sudah menjadi sebuah lifestyle yang semakin disukai. Mulai urusan bisnis sampai liburan, banyak yang memanfaatkan pesawat terbang untuk tiba di tujuan.
Namun, tak semua orang menyukai bepergian dengan moda transportasi yang satu ini lho! Ada saja orang yang merasa takut naik pesawat terbang sehingga niat liburan selalu terkendala moda transportasi apa yang mau dipakai. Sebagai informasi, berikut ini ada 3 jenis fobia terbang yang sering dijumpai.
1. Aerophobia
Orang dengan Aerophobia biasanya merasa ketakutan yang luar biasa saat berada di dalam pesawat terbang dan moda transportasi terbang lainnya, seperti helikopter dan balon udara. Orang dengan fobia ini sebisa mungkin menghindari bepergian dengan pesawat terbang atau akan merasa panik dan cemas yang luar biasa saat harus naik pesawat terbang.
2. Aviophobia
Fobia terbang yang satu ini mengacu pada keadaan seseorang yang merasa ketakutan saat berada di dalam pesawat terbang. Fobia terbang ini berdasarkan intensitas rasa takut dan panik saat berada di dalam pesawat.
Jika ada yang merasa panik selama kurang dari 10 menit sejak pesawat lepas landas, tidak dikategorikan Aviophobia namun hanya panik biasa. Namun jika intensitas rasa takut, cemas dan panik berlangsung lebih dari 10 menit, maka orang tersebut mengidap Aviophobia.
3. Acrophobia
Meski tak selalu berhubungan langsung dengan naik pesawat terbang, namun Acrophobia termasuk dalam fobia terbang yang sering dijumpai. Orang dengan fobia ini takut dengan ketinggian, entah itu berada di bangunan yang tinggi, di gunung maupun saat naik pesawat. Orang-orang yang menderita fobia ini biasanya akan merasa cemas, mengeluarkan keringat dingin hingga terlihat kejang – kejang jika sudah terlalu takut.
Jika ada, sebaiknya segera atasi ketakutan tersebut karena sayang sekali jika harus melewatkan banyak destinasi wisata menarik untuk dikunjungi. Kan tidak mungkin jika kamu bepergian jauh dengan menggunakan bus atau kereta api?
Komentar
Posting Komentar